dr Angelica Talumepa: Kenali Retinopati Diabetik, Ancaman Terbesar Diabetes Yang Mencuri Penglihatan!


sulutberita.com

Diabetes: Musuh Dekat yang Perlahan Membunuh. Diabetes atau biasa dikenal dengan gula darah tinggi merupakan ancaman penyakit kronis yang menyerang lebih dari 11,7% populasi dewasa di Indonesia.

Banyak orang yang mengidap kondisi ini tidak mengeluhkan keluhan yang bermakna pada tahap awal penyakit. Akan tetapi, penyakit ini dapat merusak tubuh perlahan-lahan akibat komplikasi yang ditimbulkan, mulai dari gagal ginjal, amputasi kaki akibat ulkus, serta kebutaan.

Apa itu Retinopati Diabetik?

Bayangkan seorang kakek kesulitan membacakan buku dongeng bagi cucu mungil kesayangannya. Ia berpikir, kemungkinan sudah saatnya ia mengganti kacamatanya yang sudah rusak. Nyatanya, bukan kacamatanya yang rusak, melainkan retina matanya. 

Mata manusia memiliki lapisan yang disebut dengan retina, yang berperan untuk menangkap cahaya dan meneruskannya sebagai sinyal listrik ke otak agar penglihatan normal bisa berlangsung.

Akan tetapi, kadar gula darah yang tinggi akan merusak pembuluh-pembuluh darah pada mata sehingga retina mulai bengkak. Sebagai kompensasi, retina membentuk pembuluh-pembuluh darah baru yang tidak optimal, yang justru memperparah gangguan penglihatan penderita.

Seberapa Besar Masalah akibat Retinopati Diabetik?

Sekitar 4 dari 10 orang yang menderita diabetes di seluruh dunia berisiko terkena retinopati diabetik.

Masalahnya, pasien akan datang dengan keluhan gangguan penglihatan apabila sudah masuk ke tahap kerusakan akibat komplikasi.

Di Indonesia sendiri, sekitar 10%-32% penderita diabetes mengalami retinopati diabetes.

Data laporan di Sulawesi Utara menunjukkan bahwa retinopati diabetik masih menjadi komplikasi yang sering terjadi pada masyarakat, mengingat Sulawesi Utara merupakan provinsi dengan penderita diabetes tertinggi ketiga di Indonesia.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

- Penglihatan kabur

- Muncul bintik-bintik hitam (floaters) atau bayangan melayang

- Kualitas penglihatan sering berubah-ubah, terutama dipengaruhi oleh kadar gula darah penderita

- Gangguan penglihatan warna dan penurunan penglihatan malam

- Penglihatan tirai atau munculnya area gelap pada lapang pandang

Apabila muncul keluhan-keluhan tersebut, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta penegakkan diagnosis yang lebih definitif. 

Penanganan Retinopati Diabetik

Langkah awal yang penting untuk dilakukan adalah dengan kontrol gula darah.18, 19 Kadar gula darah yang tinggi akan merusak pembuluh darah pada retina, sehingga perlu untuk dikendalikan. Penanganan definitif hanya dapat dilakukan setelah pasien berkonsultasi ke dokter spesialis mata, disesuaikan dengan kondisi klinis dan temuan pemeriksaan penunjang pada pasien.

Terapi yang diberikan dapat disesuaikan dengan derajat keparahan retinopati yang dialami pasien. Beberapa pasien hanya perlu diberikan suntik obat-obatan tertentu pada mata, namun dalam beberapa kasus diperlukan tindakan laser hingga operasi vitrektomi.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Faktanya, kebutaan akibat retinopati diabetik dapat dicegah apabila dilakukan deteksi sedini mungkin pada semua pasien diabetes. Oleh sebab itu, pemeriksaan tajam penglihatan rutin sebaiknya dilakukan untuk memantau progresivitas komplikasi pada mata pasien. Semakin dini retinopati diabetik terdeteksi, semakin besar peluang mencegah komplikasi yang lebih berat. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

Menjaga kadar gula darah tetap stabil serta kontrol gula darah rutin (bagi penderita diabetes)

Rutin konsumsi obat diabetes yang diresepkan dokter

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh

Olahraga teratur dan menjaga berat badan tetap ideal

Tidak merokok dan konsumsi minuman beralkohol

Mata yang Sehat Dimulai dari Diabetes yang Terkontrol

Sebagai komplikasi tersering dari diabetes, penting untuk mencegah agar supaya retinopati diabetik tidak mengakibatkan kebutaan permanen bagi penderita. Jangan sampai akibat kurangnya kesadaran dan deteksi dini, penglihatan Anda dicuri oleh penyakit ini!

(dr. Angelica Talumepa)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.