JAKARTA sulutberita.com
Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV yang disiarkan dari Studio Metro TV, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Dalam dialog tersebut, Gubernur memaparkan berbagai strategi pembangunan kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mengantarkan Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan angka harapan hidup tertinggi di Pulau Sulawesi dan masuk 10 besar nasional.
Kunjungan Gubernur Yulius Selvanus ke Metro TV diawali dengan silaturahmi bersama jajaran pimpinan media nasional tersebut. Kehadirannya disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Budiyanto, Direktur Sales dan Marketing Revilino Reza, Head of Public Relations Eva Wondo, Perwakilan Metro TV Sulawesi Utara Amanda Komaling, Host Selamat Pagi Indonesia Gadis Bianca, serta Tim External Metro TV Ricky Dayo.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Utara Zainudin Saleh Hilimi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr. Rima Lolong, Komisioner KPID Sulawesi Utara Reidi Sumual, Direktur Utama RSUD Provinsi Sulawesi Utara dr. David Kolibu, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Utara di Jakarta Reynaldo Walujan, serta Tim Khusus Gubernur, yakni Susi Sigar, Fanny Wulur, dan Jems Tuuk.
Dalam wawancara tersebut, Gubernur Yulius menegaskan bahwa capaian tingginya angka harapan hidup masyarakat Sulawesi Utara merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, tenaga kesehatan, Posyandu, hingga masyarakat yang terus menjaga budaya Mapalus sebagai semangat gotong royong.
"Bagi kami, pembangunan manusia adalah fondasi utama. Pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Semua berkolaborasi sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Yulius.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan hidup Sulawesi Utara kini mencapai 74,44 tahun atau meningkat 0,36 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadikan Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan angka harapan hidup tertinggi di Pulau Sulawesi sekaligus masuk dalam jajaran 10 besar nasional.
Menurut Gubernur, keberhasilan tersebut ditopang oleh peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Ia menjelaskan, salah satu kekuatan Sulawesi Utara adalah tingginya cakupan layanan kesehatan. Saat ini kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sulawesi Utara telah mencapai 99,1 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,4 persen atau melampaui target nasional.
"Kami ingin seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan berkualitas. Itu komitmen kami," tegasnya.
Yulius menegaskan pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara dibangun berdasarkan tiga prinsip utama, yakni dekat, cepat dan bermutu.
Artinya, masyarakat harus dapat menjangkau fasilitas kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh, memperoleh pelayanan yang cepat dengan dukungan tenaga medis, obat-obatan dan peralatan kesehatan yang memadai, serta mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.
Meski demikian, ia mengakui tantangan geografis Sulawesi Utara yang memiliki 382 pulau membuat pemerataan layanan kesehatan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.
Selain memperluas akses kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus memperkuat program penanganan stunting melalui pemberian gizi bagi ibu hamil, balita, anak-anak dan lansia rentan.
Gubernur mengajak seluruh ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan antenatal (ANC), karena kesehatan sejak masa kehamilan menjadi faktor penting dalam mencegah stunting.
"Kami memberikan vitamin, tablet tambah darah, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan secara menyeluruh. Jangan takut datang ke fasilitas kesehatan karena semuanya difasilitasi pemerintah," katanya.
Perhatian besar juga diberikan kepada kelompok lanjut usia. Menurut Yulius, lansia harus tetap sehat, aktif, produktif dan bermartabat.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tengah menyiapkan Taman Lansia sebagai ruang aktivitas sekaligus implementasi Program Tujuh Lansia Tangguh yang mencakup aspek spiritual, kesehatan, fisik, intelektual, sosial hingga kebahagiaan.
"Lansia jangan hanya menunggu waktu. Mereka harus tetap bergerak, sehat, produktif dan bahagia," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yulius menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak hanya ditentukan oleh sektor kesehatan. Pendidikan, pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, sanitasi, rumah layak huni, pemberdayaan perempuan hingga penguatan Posyandu menjadi bagian penting dari strategi pembangunan manusia di Sulawesi Utara.
Ia bahkan mengungkapkan tingkat melek huruf masyarakat Sulawesi Utara telah mencapai sekitar 99 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
"Kesehatan adalah hasil kerja bersama. Ketika pendidikan baik, ekonomi tumbuh, lingkungan sehat dan budaya gotong royong tetap hidup, maka kualitas hidup masyarakat ikut meningkat," jelasnya.
Atas berbagai capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meraih penghargaan Outstanding Province in Life Expectancy Value dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026 yang diselenggarakan Metro TV atas keberhasilan menurunkan angka stunting, pengentasan kemiskinan dan pelayanan gizi masyarakat.
Namun, menurut Yulius, penghargaan bukanlah tujuan akhir.
"Penghargaan menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik lagi demi masyarakat Sulawesi Utara," katanya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan melalui pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri Manado (Unima), yang akan disusul Universitas Klabat dan Universitas De La Salle.
Langkah tersebut diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga dokter, terutama di wilayah kepulauan yang hingga kini masih mengalami kekurangan dokter umum maupun dokter gigi.
"Kami ingin putra-putri Sulawesi Utara menjadi dokter dan kembali mengabdi di daerahnya sendiri sehingga pelayanan kesehatan semakin merata sampai ke pulau-pulau terluar," ujar Gubernur.
Menutup wawancara, Yulius Selvanus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik demi mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, produktif, sejahtera dan berdaya saing.
"Semua program yang kami jalankan bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan masyarakat Sulawesi Utara yang sehat, cerdas, sejahtera dan bermartabat. Dengan semangat Torang Samua Basudara, kami optimistis Sulawesi Utara akan terus menjadi daerah yang maju, sejahtera dan berkelanjutan," pungkasnya.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus berkunjung ke Metro TV. Disambut
- Pemimpin Redaksi Budiyanto.
- Revilino Reza Dir sales dan marketing.
- Eva Wondo head of PR.
- Amanda Komaling - Perwakilan Metro TV Sulut
- Gadis Bianca- Host.
- Ricky Dayo - Tim External.
Turut mendampingi Gubernur:
- Kadis Kominfo Pemprov Sulut - Zainudin Saleh Hilimi
- Kadis Kesehatan Pemprov Sulut dr Rima Lolong.
- Komisioner KPID Sulut Reidi Sumual
- Dirut RSUD PEMPROV Sulut dr David Kolibu
- Kepala Badan Penghubung Daerah Pemprov Sulut di Jkt, Reynaldo Walujan
- Tim Khusus Gubernur Sulut (Susi Sigar, Fanny Wulur, Jems Tuuk).

