MANADO sulutberita.com
Gebrakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam sistem pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Roda Empat dan Dua kini lebih sangat praktis dan dipermudah melakukan pembayaran dimana saja, tanpa melihat tempat/domisili pemilik kendaraan, serta tanpa ada antrean di Kantor Samsat dimasing-masing daerah.
Sebagaimana hal tersebut menjadi trending topik dalam kegiatan diskusi “Ngopi Bareng JIPS (Jurnalis Independen Pemprov Sulut” bersama Kepala Bapenda Sulut, June Silangen dan Kakanwil PT. Jasa Raharja Sulut, Ni Made Ayu Mulidyawati, yang berlangsung di Kompleks Kantor Dharma Wanita, di Kantor Gubernur Sulut, Manado, pada Rabu 13 Mei 2026.
“Jadi pemilik kendaraan tidak harus lagi membayar dari Kantor Samsat terdekat (di masing-masing) wilayahnya, tapi kini bisa dari Kantor Pos terdekat, di Teler atau ATM Bank Sulutgo,” ujar Kaban sembari menambahkan bahwa kedepan nanti sudah bisa dibayarkan menggunakan sistem E-commerce, Tokopedia dan QRIS.
Peran PT. JASA RAHARJA Di Sulut
Dalam kegiatan Ngopi Bareng Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) saat itu, melalui Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut), Ni Made Ayu Mulidyawati mengungkapkan bahwa sudah Rp.5,7 miliar telah disalurkan untuk korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Sulut.
“Itu penyaluran untuk Sulut, posisi bulan Januari hingga April tahun 2026, yang disalurkan kepada 416 korban Lakalantas baik korban yang meninggal dunia maupun luka-luka, yang secara keseluruhan di tiga (3) Provinsi Sulutgomalut, rincian santunan yang disalurkan yakni, kasus meninggal sebanyak Rp 7 miliar dan korban luka-luka sebesar Rp4,09 miliar," ungkapnya.
Khusus di Kota Manado, dijelaskan Mulidyawati, merupakan daerah paling tertinggi kasus kecelakaan. Apalagi di wilayah Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Malalayang. Sebagian besarnya adalah korban Lakalantas dengan kelompok usia produktif, pelajar dan mahasiswa.
“Selain membayar santunan, kami juga aktif dalam program-program keselamatan transportasi berupa pemberian sosialisasi dan edukatif kepada masyarakat. Itu kami kerjasama dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan dan Samsat,” tambahnya.
(***)

