MANADO sulutberita.com
Sosialisasi Program Magang ke Jepang yang berlangsung di SMA Negeri 1 Manado, pada Selasa 5 Mei 2026, yang digelar Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) Yuta Tengker Mulia menghadirkan narasumber yakni, Atase Imigrasi Kedutaan Besar (Dubes) Jepang di Jakarta, Indonesia, Mr. Kakeru Fujiyama bersama tim Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) yang juga 7 SO (Sending Organization).
Dalam kesempatan tersebut, banyak pertanyaan yang menjadi trend para siswa SMA 1 Negeri Manado salah satunya tentang sistem pendaftaran dan pembiayaan bagi para calon magang.
Hal itu pun dijawab langsung Direktur Utama (Dirut) LPK PT. Yuta Tengker Mulia, Vanda Tengker SE. AK, yang menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pilihan paket yang termasuk pembiayaan keberangkatan para calon magang ke Jepang, dimana untuk akomodasi pembiayaan tiket internasional ditanggung pihak Jepang, dengan besaran sekitar Rp5 hingga Rp10 Juta (tergantung kesepakatan kedua belah pihak.
"Untuk yang keberangkatan tiket domestik Jakarta ditanggung pribadi peserta magang. Untuk biaya di LPK sendiri bisa dicicil, atau contoh ada paket 3 bulan yang bisa ada uang muka (tergantung kesepakatan). Ada fasilitas, belajar bahasa, kelengkapan alat tulis, kaos, tempat tinggal dan makannya dalam sehari berapa kali," terang Vanda.
Adapun melalui Mr. Kakeru Fujiyama mengungkapkan ada penurunan drastis pekerja orang Indonesia pada tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang cukup besar jumlahnya.
"Saat ini terdapat 230 ribu orang Indonesia yang 80 persen tinggal bekerja. Adapun program kerja saat ini berlaku selama 3 tahun. Kami, menyukai orang Indonesia karena populer dengan baik hati, bagus orangnya dan pekerja keras. Untuk kesempatan bisa mendapat visa selama 5 tahun, jadi yang berminat memiliki keinginan kuat bekerja di Jepang, sangat dengan senang hati disambut baik sekali," ungkap Atase Imigrasi Kedubes Jepang sudah 2 tahun tinggal di Indonesia.
Ditambahkan salah satu pihak SO yang juga Ketua DPW III AP2LN Jateng dan DIY, Aris Sutikno, bahwa pentingnya kegiatan seperti ini, terutama di Manado melalui LPK Yuta Tengker Mulia bisa bekerja sama memfasilitasi bagi para calon magang ke Jepang, ditambah dengan dukungan Kedubes Jepang dan juga Pemerintah Provinsi bisa lebih menjamin kedepannya akan proses perekrutan secara legal dalam hal aturannya.
Kabid Hub Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans Daerah Provinsi Sulut, Arthur Lendeng, pihaknya selaku pemerintah memberikan dukungan serta menjadi jembatan bagi para adik-adik dan pihak owner LPK. Dimana para siswa setelah lulus dan ingin bisa masuk di dunia kerja atau Dunia Industri, itu menjadi salah satu tugas kami selaku pemerintah.
"Pada saat kami bersama LPK Yuta Tengker Mulia akan kunjungan dari Kedubes Jepang disertai dengan SO dari Jakarta, kami sangat mengapresiasi. Artinya, apa yang menjadi keinginan dari pimpinan kita bapak Gubernur Sulawesi Utara terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Sulawesi Utara itu bisa tercapai," terang Arthur.
Dalam kegiatan hari kedua ini, rombongan sebelumnya sudah menjajaki SMK Negeri 3 Manado, SMA 1 Negeri Manado dan selanjutnya ke Sekolah Internasional Manado atau MIS yang berlokasi di Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Dimana, kegiatan yang disponsori PT. Yuta Tengker Mulia ini mendapat dukungan penuh dari Kedubes Jepang serta Pemerintah Provinsi Sulut, dan rencananya pihak LPK Yuta Tengker Mulia nantinya akan difasilitasi Kedubes Jepang untuk bertemu Gubernur Kagawa-ken, guna menindaklanjuti tentang kerja sama dibidang magang tenaga kerja ke Jepang.
(Mild)


