"Tangan Dingin" Bupati Joune Ganda, Minut Kembali Mendunia Di Forum Woman Deliver 2026 Australia


MINAHASA UTARA
sulutberita.com

Prestasi membanggakan diukir oleh perempuan pesisir Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Komunitas Women Mangrove Warrior dari Desa Sarawet berhasil membawa misi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi ke panggung internasional dalam forum Women Deliver 2026 yang digelar di Melbourne, Australia, pada 27–30 April 2026.

Kehadiran delegasi ini bukan sekadar kunjungan, melainkan membawa misi penting dalam menyuarakan peran perempuan sebagai garda terdepan keadilan iklim.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE., MAP., MM., MSi, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian para “Srikandi” mangrove ini. Sebelum keberangkatan, Bupati secara khusus memberikan pembekalan dan motivasi langsung kepada perwakilan delegasi.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perempuan pejuang mangrove dari Desa Sarawet.

Kehadiran mereka di forum dunia adalah bukti nyata bahwa perempuan desa memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Bupati Joune Ganda.

Menurut Bupati, inisiatif ini merupakan contoh konkret pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari akar rumput. “Ini membuktikan bahwa perempuan Minut mampu menjadi agen perubahan global dalam isu lingkungan dan inklusivitas,” tambahnya.

Dalam sesi bertajuk “Guardians of the Coast: Women Leading Climate Justice” pada 28 April 2026, Wisye Sahambangung yang mewakili Women Mangrove Warrior memaparkan praktik baik yang telah mereka lakukan di Desa Sarawet. Di hadapan delegasi dari berbagai negara, ia menceritakan bagaimana kolaborasi perempuan mampu mengubah wajah pesisir.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi penonton, tapi terlibat aktif mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemantauan mangrove.

Selain menjaga alam, kami juga bergerak melalui Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) untuk memperkuat dapur kami,” tutur Wisye dalam keterangannya.

Wisye menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk CARE Indonesia dan Yayasan Bumi Tangguh, telah membantu mereka membangun rasa percaya diri untuk berbicara di level internasional. “Cerita dari desa kami ternyata mendapat sambutan hangat dari peserta global. Ini memberi semangat baru bagi kami untuk terus menjaga hutan mangrove sebagai benteng alami desa,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan akan terus mendukung program berbasis masyarakat seperti ini. Kawasan mangrove di Minut diproyeksikan tidak hanya sebagai mitigasi perubahan iklim (mencegah abrasi), tetapi juga sebagai penggerak sektor pariwisata berkelanjutan yang bermuara pada kesejahteraan warga.

Melalui keberhasilan Wisye dan komunitasnya, Pemkab Minut berharap regenerasi pejuang lingkungan akan terus tumbuh, menjadikan wilayah pesisir Minahasa Utara lebih tangguh dan berdaya saing di masa depan.

(***/Mild)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.