Antrian Berjam-Jam Diduga SPBU Di Tombatu Mitra Kerja Sama Dengan Para Oknum Mafia Solar


MINAHASA TENGGARA
sulutberita.com

Masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) khususnya para pengguna kendaraan roda empat berbahan bakar solar, kembali dibuat resah atas ulah para oknum "mafia solar" yang diduga kuat melakukan aktivitas ilegal di wilayah SPBU Tombatu yaitu, menampung BBM jenis solar di tangki-tangki penampungan yang telah di modifikasi atau dirubah yang kapasitasnya bisa melebihi isi batas normal tangki dum truck biasa.

Mirisnya lagi, dalam satu unit kendaraan dum truck nya itu tak hanya 1 tangki saja, namun sampai 3 tangki berukuran besar (telah dimodifikasi). Hal ini pun menimbulkan pertanyaan besar bagi publik, ada apa dengan pihak SPBU tersebut, apakah sudah menjadi kebiasaan ada kerja sama sehingga sengaja dibiarkan, hingga mengakibatkan antrian kendaraan bisa berjam-jam lamanya?.

Seperti halnya salah satu postingan di Facebook dengan akun Endro Edo Tampongangoy, dimana dalam siaran langsungnya pada Kamis 7 Mei 2026 pagi tadi, dengan nada kesal dirinya dengan penuh keberanian mengungkapkan dalam bahwa sudah sekitar 2 sampai 3 jam kendaraan dum truck yang berada di lokasi hanya diam (tidak maju bergerak).

"Silahkan lihat sendiri saja di siaran langsung. Mobil-mobil ini yang pengguna-pengguna. Tidak usah banyak mulut lihat saja sendiri. Mobil tap (penimbun) ini semua. Para operator-operator Tombatu punya kelakuan ini," ungkapnya.

Ditambahkannya pula menyesalkan ulah para operator di SPBU yang hanya mengutamakan kendaraan dum truck yang diduga merupakan pihak penampung BBM solar.

"Kurang mobil Tap (penampung) yang diutamakan, kalau mobil pakai usaha (kerja harian) tidak diutamakan," tambah Edo dengan suara lantang yang juga dalam postingannya telah menandai pihak Kepolisian Resort Mitra dan Polda Sulut.

Pantauan media, terlihat dalam video siaran langsungnya jumlah kendaraan yang diduga kuat milik para oknum penampung BBM Solar itu pun tak main-main, mencapai puluhan kendaraan yang tengah berjejer. Adapun aktivitas tersebut dinilai warga sangat merugikan dan bahkan memicu konflik antar pengemudi yang lain.

(Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.