MANADO sulutberita.com
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi daerah Revitalisasi Satuan Pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri” yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebagaimana hal tersebut telah diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus, pada Selasa 21 April 2026 di Manado.
Adapun transformasi pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara kini tak lagi sekadar wacana, mulai ruang kelas yang dulunya bocor saat hujan, hingga menjadi lingkungan belajar yang nyaman dan modern, program revitalisasi sekolah ini pun mulai menunjukkan dampak nyata bagi para siswa dan guru.
Pendekatan yang berbeda dari sebelumnya, kini lebih fokus pada pembangunan fisik. Program ini pun mengusung konsep menyeluruh dengan menggabungkan Infrastruktur, Lingkungan Hijau, hingga Integrasi Teknologi Pembelajaran di ekosistem pendidikan.
Menurut Gubernur Yulius, program ini menjawab berbagai persoalan mendasar pendidikan yang ada di daerah, termasuk kondisi sekolah rusak yang menghambat proses belajar mengajar.
“Ini bukan hanya soal bangunan baru, akan tetapi bagaimana kita menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Sulawesi Utara untuk belajar lebih baik dan berani bermimpi lebih besar,” ujar Gubernur.
Kisah perubahan paling terasa datang dari TK Negeri 10 Manado, yang sebelum direvitalisasi bangunan sekolah disebut kerap tergenang air saat hujan, bahkan menyerupai “kolam kecil” yang mengganggu aktivitas belajar. Kini, wajah sekolah berubah total—lebih bersih, aman, dan ramah anak.
Perubahan tersebut berdampak langsung pada semangat belajar siswa serta motivasi para guru. Lingkungan yang layak dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kualitas pendidikan sejak usia dini.
Secara nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat capaian revitalisasi yang melampaui target. Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan berhasil dibangun dan diperbaiki, dimana angka ini jauh melampaui target awal 10.440 sekolah.
Untuk tahun 2026, target kembali ditingkatkan menjadi 11.744 satuan pendidikan, didukung tambahan anggaran dari pemerintah pusat hingga Rp60 triliun.
Khusus Sulawesi Utara, total 248 satuan pendidikan telah direvitalisasi, terdiri dari 247 sekolah dan 1 unit sekolah baru dengan nilai anggaran lebih dari Rp231 miliar. Angka ini pun menunjukkan bahwa Sulut menjadi salah satu daerah prioritas dalam percepatan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Tak hanya infrastruktur, distribusi teknologi pembelajaran juga menjadi perhatian. Ribuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) telah disalurkan ke berbagai jenjang pendidikan di Sulut, termasuk ratusan unit di Kota Manado, guna mendukung pembelajaran digital di era modern.
Pemerintah juga menyoroti aspek sumber daya manusia, khususnya guru. Program bantuan pendidikan bagi guru yang belum bergelar S1 menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Selain itu, kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak menjadi langkah besar dalam memperluas akses pendidikan sejak usia dini. Bahkan, untuk pertama kalinya, siswa TK akan menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Konsep “Sekolah Asri” yang diusung dalam program ini tak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Hal ini dinilai relevan dengan karakter Sulawesi Utara sebagai daerah pariwisata yang mengandalkan keindahan alam.
Dalam suasana penuh makna, kegiatan peresmian turut diwarnai penampilan anak-anak yang membawakan lagu nasional dan daerah, menambah nuansa emosional sekaligus mengingatkan pentingnya pendidikan karakter sejak dini.
Di akhir kegiatan, Menteri bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung ruang kelas yang telah direvitalisasi. Wajah-wajah antusias para siswa menjadi gambaran sederhana namun kuat: bahwa perubahan nyata dalam pendidikan memang sedang terjadi.
Revitalisasi ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul. Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pusat dan daerah, Sulawesi Utara kini melangkah lebih pasti menuju masa depan pendidikan yang lebih baik.
(Is/**)

