Sejumlah "Fasilitas" Ini Bisa Dinikmati Pelaku UMKM Dan Perajin Binaan Di Sulut


MANADO
sulutberita.com

Memimpin langsung pertemuan koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah guna menyatukan arah kebijakan dan pelaksanaan program kerja, oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Anik  Yulius Selvanus menegaskan, tantangan pembangunan keluarga saat ini tidak dapat ditangani secara parsial.

“Sinergi menjadi kunci. Program PKK harus sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah agar pelaksanaannya efektif dan tepat sasaran,” ujarnya dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor TP PKK Sulut, pada Selasa (24/2).

Tak hanya itu, Anik juga menekankan soal pentingnya integritasi program yang menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat desa, perlindungan perempuan dan anak, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga.

Komitmen yang terus digencarkan TP PKK Provinsi Sulut itu pun bertujuan, selain memperkuat pembangunan berbasis keluarga, juga menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program TP PKK dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga di Nyiur Melambai.

Adapun terungkap dalam pembahasan forum penting tersebut, soal penguatan peran Dekranasda dalam mendorong daya saing produk kerajinan lokal.

"Pelaku UMKM dan Perajin Binaan perlu mendapat dukungan berkelanjutan, baik dari sisi peningkatan kualitas produk, kemasan, pemasaran digital, hingga akses pasar yang lebih luas," terang istri tercinta dari Gubernur Yulius Selvanus itu yang menilai bahwa, Posyandu bukan hanya pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga garda terdepan dalam edukasi gizi, pencegahan stunting, serta deteksi dini permasalahan kesehatan keluarga.

Pertemuan itu juga mempertegas bahwa posisi TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan berbasis keluarga, dengan memiliki jejaring hingga tingkat desa dan kelurahan, PKK dinilai memiliki kekuatan sosial yang mampu menjangkau langsung masyarakat.

Terlaksananya forum koordinasi tersebut, diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama, untuk menghadirkan program yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar terimplementasi di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga di Provinsi Sulawesi Utara. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDD), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulut.

(Drin/*)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.