Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Rabu 25 Februari 2026, menjadi pusat pelaksanaan kegiatan Pangan Murah (GPM) tahun 2026, sekaligus dalam rangka Bulan Ramadhan dan menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026.
Kegiatan yang secara resmi dibuka Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) itu pun selain menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, juga merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang rutin dilakukan setiap memasuki momentum hari besar keagamaan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Gubernur menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Kota Bitung tersebut merupakan titik awal dari rangkaian GPM di seluruh wilayah Sulawesi Utara, dengan harapan stok GPM yang tersedia bisa bermanfaat, khususnya umat Muslim agar dapat dimudahkan dalam menyambut Hari Lebaran/Idul Fitri.
"Saya minta kepada seluruh instansi terkait untuk lebih gencar melakukan operasi pasar guna memastikan harga bahan pokok tetap terkendali. Harus aktif menjaga inflasi supaya semua aman,” ucapnya sembari mengimbau bagi masyarakat agar jangan panik akan harga bahan pokok di bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
"Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menjamin ketersediaan bahan pokok hingga hari raya nanti. Jalani Ramadhan dengan tenang, tidak perlu takut kekurangan bahan pokok sampai Lebaran nanti,” pesan YSK.
Adapun dalam laporan dari Dinas Pangan Provinsi Sulut bahwa, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang tersedia di tahun 2026 ini sebesar 243,29 ton. Dimana untuk pelaksanaan GPM ini juga, akan berlangsung sebanyak 200 kali di 200 lokasi yang ada di 10 titik di sejumlah daerah di Provinsi Sulut, dengan berbagai jenis bahan pokok murah seperti, Beras, Minyak Goreng, Gula Pasir, Daging Ayam, Ikan Kaleng, beserta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
(Drin/*)

