MANADO sulutberita.com
Setelah terpilih secara aklamasi di Musyawarah Daerah (Musda) ke XI Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), pada Sabtu 11 April 2026 yang berlangsung di Grand Kawanua Novotel Manado, kini Michaela Elsiana Paruntu atau akrab disapa MEP kini resmi nakhodai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut periode 2025-2030.
Tongkat estafet kepemimpinan partai berlambang "Beringin" di Sulut kepada MEP ini pun dinilai Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, merupakan suatu hal sangat luar biasa. Karena sebelumnya ditangan
Christian Eugenia Paruntu (CEP), Golkar Sulut dinilai berhasil maju serta mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa kali perhelatan Pemilu yang pada tahun 2024, Sulawesi Utara berhasil menempati peringkat dua.
"Jadi untuk ketua pengurus yang baru harus melanjutkannya. Masih ada kalau tidak salah dari 15 kabupaten kota itu ada 4 yang belum tercapai. Ini jadi tugas bagi ketua yang baru untuk target kedepannya tambah kursinya legislatif kabupaten kota, provinsi hingga DPR RI. Saya yakin dengan kepengurusan ketua yang baru di Sulut ini kedepannya dalam kemajuan partai untuk daerah dan bangsa," ucap Bahlil yang diakhir sambutannya pun mengingatkan dua kali, agar jadikan Musda ini sebagai forum kompetisi bertanding untuk bersanding, ingat bertanding untuk bersanding.
"Bukan bertanding habis itu dibelakang cerita macam-macam yang tidak baik atau menjatuhkan," ungkap putra timur dengan rekam jejak yang sudah dua kali menduduki posisi menteri di era Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto saat ini sebagai Menteri ESDM RI.
Sementara itu usai pelaksanaan kegiatan Musda XI pada Sabtu (11/04) tadi malam, Ketua DPD I Golkar Sulut terpilih Michaela Elsiana Paruntu (MEP) saat diwawancarai wartawan menanggapi bahwa dirinya siap berkerja sesuai dengan aturan organisasi, dan terkait arahan ketum (Bahlil Lahadalia) akan dilaksanakan dengan berbagai upaya dan cara sesuai mekanismenya.
"Iya. Baik, kalau mengenai target dari Ketum tadi tentu ada banyak cara yang bisa kami lakukan dan kami laksanakan. Sebagai DPD 1, tentu kita akan tetap turun ke DPD 2, kota/kabupaten yang ada, melakukan konsolidasi, memperkuat organisasi yang ada di kota/kabupaten sampai ke tingkat kecamatan dan juga desa ya," ungkap MEP sembari menambahkan bahwa dalam prosesnya tentu harus turun langsung lapangan.
"Karena kita tahu bersama untuk mencari kader-kader yang terbaik, kita harus turun langsung ke lapangan. Dan itu yang akan kami lakukan ke depan, tapi usai dilantik dulu baru bisa. Kalau Tuhan berkenan segera dilantik," terangnya.
Disisi lain untuk lama waktu penyusunan struktur kepengurusan yang baru menurut MEP itu tergantung, dan masih perlu dikoordinasikan bersama DPP karena ada sedikit perubahan komposisi.
"Kita menyusun sesuai arahan DPP, karena lebih ramping kali ini. Jadi satu-satu akan kita bereskan, dan pasti punya target kedepan, gak mungkin gak," pungkas MEP yang saat itu didampingi mantan Ketua DPD I PG Sulut, Christian Eugenia Paruntu (CEP) bersama sejumlah kader PG.
(Mild)


