TALAUD sulutberita.com
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut), Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Utara, Ny. Yulis Hendrik Pattipeilohy, melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tugas Kejaksaan sekaligus memastikan kehadiran negara melalui pelayanan hukum dan pengabdian kepada masyarakat di wilayah perbatasan.
Setibanya di Kabupaten Kepulauan Talaud pada hari pertama kunjungan kerja, Kajati Sulut beserta rombongan disambut oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Talaud. Penyambutan tersebut menjadi wujud sinergi yang kuat antara Kejaksaan dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penegakan hukum dan pembangunan di wilayah perbatasan.
Usai penyambutan, Kajati Sulut bersama Ketua IAD Wilayah Sulut beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud. Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulut meninjau secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan, khususnya di bidang penegakan hukum, pelayanan kepada masyarakat, serta tata kelola organisasi. Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan hukum yang optimal kepada masyarakat.
Memasuki hari kedua, rangkaian kunjungan kerja dilanjutkan dengan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan diawali dengan penyelenggaraan Pasar Murah di Pantai Indah Melonguane. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara memborong sebanyak 800 paket sembako yang masing-masing berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kepulauan Talaud. Sebanyak 400 paket telah disalurkan kepada masyarakat, sedangkan 400 paket lainnya akan segera didistribusikan.
Bantuan tersebut merupakan wujud rasa syukur Kajati Sulut beserta rombongan atas kesempatan mengunjungi Kabupaten Kepulauan Talaud sekaligus bentuk kepedulian Kejaksaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selanjutnya, rombongan menuju Desa Tarun Selatan untuk mengikuti kegiatan panen padi bersama masyarakat dan penanaman bibit padi. Pada kesempatan tersebut, Kajati Sulut juga menyerahkan bantuan berupa peralatan pertanian serta pupuk dan pestisida kepada para petani setempat. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Kejaksaan terhadap program ketahanan pangan nasional serta upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan terwujudnya kemandirian pangan di daerah.
Rangkaian kunjungan kerja kemudian ditutup dengan peninjauan ke Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud di Beo. Didampingi para Asisten pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Kajati Sulut meninjau secara langsung pelaksanaan tugas, pelayanan kepada masyarakat, serta proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh jajaran Cabang Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan tetap berjalan optimal, profesional, dan berintegritas hingga ke wilayah terluar.
Melalui kunjungan kerja ini, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan pelayanan hukum yang berkualitas dan mendukung terwujudnya Asta Cita pemerintah Republik Indonesia.
Kunjungan ini juga menjadi penegasan bahwa pelayanan dan penegakan hukum tidak mengenal batas geografis. Sebagai salah satu kabupaten yang berada di wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berbatasan langsung dengan Republik Filipina, Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki posisi strategis yang memerlukan kehadiran negara secara nyata. Melalui kunjungan ini, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menunjukkan komitmennya untuk memastikan hukum tetap ditegakkan, pelayanan publik terus ditingkatkan, dan masyarakat di wilayah perbatasan merasakan kehadiran negara secara utuh.
(*/Drin)

