Selain Instruksi Protokol Tanggap Darurat, Gubernur Yulius Langsung Berkoordinasi Ke Mendagri Pasca Gempa 7,6


MANADO
sulutberita.com

Gerak cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus SE dan Wakil Gubernur Dr J. Victor Mailangkay pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 pada Kamis, 2 April 2026 pagi tadi, langsung mengambil sejumlah langkah-langkah strategis dalam menyikapi situasi tersebut dengan menjalankan protokol tanggap darurat, sebagai berikut;

1. Aktivasi Pusat Komando: Mengaktifkan Posko Tanggap Darurat dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk memantau situasi terkini secara real-time.

2. Koordinasi Lintas Sektoral: Melakukan koordinasi intensif dengan BMKG, BNPB, BPBD tingkat kabupaten/kota, serta unsur TNI/Polri untuk memastikan sinergi evakuasi dan pengamanan.

3. Instruksi Evakuasi & Pengungsian: Menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota di seluruh wilayah terdampak untuk segera mengevakuasi masyarakat yang berada di wilayah pesisir ke titik aman serta menyediakan tempat pengungsian yang layak.

4. Pendataan Masif: Melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Laporan awal mencatat kerusakan pada fasilitas publik seperti Kantor Walikota Manado, RS Bethesda Tomohon, Gereja, hingga rumah-rumah penduduk di Kabupaten Minahasa, Bitung, dan Tomohon.

5. Komunikasi Publik: Menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara agar tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab, namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Gubernur Yulius Selvanus juga langsung berkoordinasi melaporkan kejadian bencana ini kepada Menteri Dalam Negeri RI. Dimana saat ini pendataan masih terus dilakukan di 15 kabupaten/kota terdampak. Laporan lanjutan akan disampaikan secara berkala sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

Selain itu, Gubernur juga telah menginstruksikan kepada jajaran untuk membantu korban bencana yang meninggal dunia. Pemprov Sulut berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh warga dan mempercepat proses pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana ini.

Diketahui sebelumnya oleh BMKG menginformasikan, pusat gempa berada di laut (129 km Tenggara Kota Bitung) dengan memicu peringatan dini potensi tsunami, dengan tanda adanya naiknya air kepermukaan yang terdeteksi di Halmahera Barat (0,3m) dan Bitung (0,2m). Hingga saat ini, tercatat ada satu korban jiwa seorang perempuan di Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, yang tertimpa reruntuhan bangunan saat terjadinya gempa.

(*/Is)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.