Prosesi Iwadh Kampung Arab, Gubernur Yulius Silaturahmi Ke Murid Guru Tua Al Habib Idrus Bin Salim Aljufri


MANADO
sulutberita.com

Safari Lebaran/Idul Fitri 1447 Hijriyah di hari kedua Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) yang dipimpin langsung Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, pada Minggu 22 Maret 2026, bertempat di Kelurahan Istiqlal - Kampung Arab, Kota Manado.

Suasana religius pada pagi hari itu pun mewarnai perayaan hari kedua hari kemenangan/lebaran yang dikemas dalam tradisi Iwadh, yang diketahui merupakan sebuah tradisi puluhan tahun turun-temurun, untuk bersilaturahmi dengan berjalan mengelilingi rumah-rumah warga di Kampung Arab.

Kegiatan penuh makna lebih dari sekadar seremonial itu pun menjadi sarana dalam mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat nilai kebersamaan, kerukunan di tengah kehidupan modern saat ini.

Selanjutnya, iring-iringan rombongan berjalan kaki sambil diiringi lantunan alat musik Rebana Hadrah disertai Sholawat Nabi itu pun mulai memasuki satu persatu rumah, termasuk rumah para tokoh seperti, Imam/tokoh agama dan tokoh masyarakat, yang kemudian melakukan doa bersama. 

Adapun selanjutnya, rombongan Iwadh Gubernur Yulius itu pun mendatangi salah satu rumah tokoh agama yang juga tokoh masyarakat Sulut yaitu, Imam Besar Masjid Raya Ahmad Yani Sulut, Drs. KH. Sofyan Alwie Lahilote, SH., yang dikenal sebagai mantan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Sulut, Ketua MUI Manado (dua periode 2012 - 2022), Tokoh Al-Khairaat yang dikenal sebagai salah seorang murid "kesayangan" dari Guru Tua Al Habib Idrus Bin Salim Aljufri, Penasihat dalam struktur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara, serta pernah menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Manado.

Dimana, H Sofyan juga dikenal sebagai sosok tokoh memiliki segudang pengalaman dengan latar belakang pendidikan Agama dan Hukum, beliau sering dijadikan rujukan dalam penyelesaian masalah keagamaan maupun sosial di wilayah Sulut, khususnya di Kota Manado.

Sementara itu diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Kampung Arab, Ir. H. Ridwan Awad Syawie, bahwa sejarah dari tradisi Iwadh sudah berlangsung sejak 70 tahun lalu, yang berawal dari rumah "Kapiten Arab" (Hukum Tua/Lurah di zaman itu) bernama H. Ali Karama Syawie.

Suasana hangat pun terasa di momen silaturahmi Iwadh itu, Gubernur dan Wagub saling menyalami para warga yang juga kerap menyuguhkan hidangan khas Lebaran kepada para tamu. Adapun kehadiran Gubernur Yulius Selvanus bersama jajaran pemerintah daerah saat itu dinilai memberi makna tersendiri bagi masyarakat. Selain menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya, kehadiran tersebut juga mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan warga.

Turut hadir dalam prosesi Iwadh Kampung Arab itu diantaranya, Kakanwil Menag Sulut, Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Sekretaris Provinsi Sulut Deny Mangala, beserta sejumlah Pejabat Eselon II lainnya. 


(Is)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.