MANADO,sulutberita.com - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), mengecam keras perbuatan para oknum atau mafia yang ada dalam pusaran lingkaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Sulut.
Tak sampai disitu, saking geramnya Gubernur, hingga menegaskan segera mengambil langkah hukum tegas (memerintahkan) untuk menangkap para oknum pelaku, karena selain menimbulkan keresahan masyarakat, juga menghambat atau terganggunya mobilitas transportasi, akhirnya berdampak pada perputaran perekonomian daerah, sehingga persoalan kelangkaan atau tersendatnya distribusi BBM ini dinilainya tidak bisa dianggap sepele.
Adapun mencuatnya fenomena antrean panjang kendaraan dalam mengisi BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Sulut ini ke publik, oleh Gubernur Yulius pun kembali mengingatkan kepada para pihak/oknum, untuk tidak bermain-main dengan distribusi BBM terutama praktik penimbunan, atau keterlibatan mafia solar.
“Saya tidak mau ada ekonomi yang terhenti gara-gara distribusi BBM yang tidak lancar atau kekurangan. Kita butuh pergerakan ekonomi dari Manado, Gorontalo, sampai ke Sulawesi Selatan,” ujarnya dengan menegaskan, segera memanggil pihak terkait seperti PT Pertamina dan lainnya, untuk duduk bersama membahas akar persoalan serta mencari solusinya.
“Saya sempat bertanya kepada Direktur Utama Pertamina, dan mereka menjawab bahwa kuota BBM di Sulut berlebih, jadi kalau sekarang terjadi kelangkaan, mungkin karena mekanisme distribusi yang salah,” jelas Gubernur sembari merasa heran, karena informasi yang diterimanya dari pusat, kuota BBM untuk Provinsi Sulawesi Utara justru dalam kondisi aman.
“Sekali lagi saya ingatkan! Jangan ada lagi penimbunan BBM. Kalau ada, hentikan dan kembali ke jalan yang benar,” pesan tegasnya, pada Minggu, 29 September 2025.
Pantauan di lapangan, sejumlah SPBU yang kerap kali mengalami antrean panjang kendaraan, bahkan sering mengakibatkan kemacetan, diantaranya: SPBU di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di Tutuyan, SPBU di Jl. Trans Manado-Tomohon di Kec. Pineleng, SPBU Belang Kab. Minahasa Tenggara (Mitra), SPBU Wanea Manado, SPBU Tuminting, SPBU Sario, SPBU Winangun (Kompleks berdekatan dengan Ring Road).
Sementara itu dari informasi yang diterima, terdapat dua SPBU di wilayah Kota Manado, yaitu di Wanea dan Sario yang diduga kuat melakukan praktik ilegal pengisian BBM jenis solar dengan sejumlah kendaraan, yang diduga milik dari oknum bernama, Buang.
Dimana akibat dari aktivitas ilegal tersebut, sejumlah pihak merasa dirugikan termasuk pengusaha Ekspedisi dan Angkutan Material Bahan Bangunan.
Dampak dari itu, sehingga pihak Aliansi Sopir Dam Trek Sulut yang dipimpin Wiliam Luntungan, secara resmi telah melaporkan persoalan itu ke Polda Sulut, dan bahkan akan menggelar aksi demo besar-besaran.
"Kami sudah sangat dirugikan! Setiap hari kami antre panjang di SPBU tapi ujung-ujungnya Solar habis. Distribusi barang terganggu, pendapatan sopir turun drastis. Kami menduga ada permainan distribusi, Solar subsidi tidak tepat sasaran. Polda harus segera turun tangan dan menindak tegas para oknum mafia yang terlibat," ujar Luntungan, saat berada di Mapolda Sulut, belum lama ini. (Drin/tim)


