Sulut - Dalam sambutan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut, Praseno Hadi yang disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Jenny Karouw, bahwa ketahanan pangan ini wajib dilakukan karena mengikuti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulut Tahun 2021-2026.
Karena sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk terus mempertahankan ketahanan pangan bagi masyarakat dan merupakan tanggungjawab dari Bappeda, menyusun rancangan strategi ketahanan pangan.
Demikian disampaikan Karouw dalam kegiatan forum tenaga ahli lewat kegiatan Konsultasi Publik dalam rangka Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Tahun 2021-2026 Provinsi Sulut yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Manado, Kamis, (15/09/2022).
“Kiranya masukan dari Forum Tenaga Ahli dan teman-teman Bappeda kabupaten/kota dalam kegiatan bisa kita optimalkan oleh semua pihak yakni pemangku kepentingan dan seluruh stekholder terkait,” ujarnya.
Lanjut Karouw, kegiatan ini sudah pasti akan menjadi mendukung amanat perundang-undangan dan kebijakan nasional. Ini juga mengacu pada 3 point penting atau instruksi Presiden Jokowi dimana kita semua patut mewaspadai situasi dunia saat ini yang tidak dalam kondisi normal karena harus mewaspadai krisis pangan dan energi.
“Instruksi bapak Presiden yakni pertama meminta peningkatan produksi besar-besaran dari petani, korperasi, BUMN dan BUMD. Kedua, meningkatkan gudang atau tempat penampungan pertanian. Dan ketiga, memasukkan penjaminan penjual yang akan menampung hasil pertanian dan meningkatkan pendistribusian hasil pangan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk menjaga ketahanan di Sulut perlu ada perbandingan antara kebutuhan dan produksi pangan. Namun hal ini bisa tercapai jika sejumlah sarana infrastruktur penunjang berupa pengambangan lokasi industri seperti adanya KEK Bitung, KEK Likupang serta kawasan industri di Bolaang Mongondow atau KIMONG.
“Semoga kegiatan ini akan bermanfaat bagi teman-teman yang ada di kabupaten/kota termasuk kita semua yang ada di provinsi Sulawesi Utara untuk bisa meningkatkan produksi pangan sehingga angka stunting juga bisa turun di daerah ini,” tambahnya.
(*/15jo)
Post A Comment:
0 comments: