PEMPROVSULUT sulutberita.com
Tekad Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dalam mendorong pegelaran Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) tak hanya menjadikan sebagai ajang ruang pelestarian tradisi, namun juga menjadi panggung untuk memperkenalkan seni daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Memasuki pekan kedua di bulan September 2026 ini, kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut dan berlangsung di Museum Negeri Sulut, Jalan WR Supratman, Kelurahan Lawangirung, Manado itu pun pada Sabtu Malam, menampilkan beragam kekayaan seni dan tradisi dari wilayah Sulut diantaranya, Minahasa Raya.
Gubernur Yulius mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, seniman, budayawan, musisi, pelaku UMKM, hingga masyarakat.
“Setelah minggu sebelumnya dari Nusa Utara, minggu ini Minahasa. Kita berharap bisa menampilkan budaya yang ada,” kata Gubernur Yulius.
Ia menilai Rona Budaya menjadi kesempatan bagi Sulawesi Utara untuk memperlihatkan kekayaan seni dan tradisi yang dimiliki kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain menjaga identitas daerah, kegiatan budaya juga dinilai memiliki manfaat ekonomi. Karena itu, Gubernur Yulius mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut memberikan dukungan kepada pelaku UMKM dengan membeli produk-produk yang dipasarkan selama kegiatan berlangsung.
“Ini juga untuk meningkatkan ekonomi,” katanya.
Gubernur Yulius juga berharap insan pers turut mengambil peran dalam memperkenalkan Rona Budaya Sulut. Publikasi yang luas, menurutnya, dapat membantu memperkenalkan potensi seni, budaya dan ekonomi kreatif daerah kepada wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, ruang-ruang seperti Rona Budaya penting untuk memberikan kesempatan kepada seniman, musisi dan pelaku kreatif Sulawesi Utara dalam menampilkan karya sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Ia berharap kekayaan budaya Sulawesi Utara semakin dikenal dan tetap terjaga hingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Ke depan semakin tampak, terpelihara kepada anak cucu, wisatawan baik lokal maupun internasional,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Yulius turut mengingatkan pentingnya menjaga Museum Negeri Sulut sebagai salah satu ruang penting untuk merawat jejak sejarah dan warisan budaya daerah.
“Museum ini kita jaga, kita rawat bersama. Budaya, seni dan UMKM kita jaga dan tingkatkan ke dunia. Inilah Sulawesi Utara yang kita cintai bersama,” imbuhnya.
(*/1s)
Post View 109

