sulutberita.com
Rencana Gubernur Sulawesi Utara melakukan renovasi gedung bersejarah Minahasa Raad kembali membuka lembaran sejarah panjang Sulawesi Utara.
Gedung tersebut menyimpan banyak catatan sejarah serta nama-nama tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan masyarakat Minahasa, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda melalui jalur diplomasi, organisasi masyarakat dan lembaga politik Minahasa Raad.
Di antara nama-nama penting tersebut terdapat Zacharias Talumepa, yang menjabat sebagai Sekretaris Minahasa Raad periode 1923–1928.
Setelah itu, Zacharias Talumepa menjadi anggota Volksraad, bersama Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi, mewakili Minahasa di Dewan Rakyat Hindia Belanda di Batavia pada periode 1928–1937.
Kiprah tersebut menempatkan Zacharias Talumepa sebagai salah satu tokoh yang hidup pada masa pemerintahan kolonial dan menjadi bagian dari dinamika perjuangan serta perkembangan organisasi masyarakat Minahasa melalui jalur politik dan diplomasi.
Nama Zacharias Talumepa tidak hanya memiliki arti penting dalam catatan sejarah perjuangan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perjuangan nasional. Lebih dari itu, nama tersebut kemudian menjadi bagian dari sejarah sebuah keluarga yang melahirkan generasi yang berkiprah dalam pemerintahan Sulawesi Utara.
Dalam garis keluarga, Zacharias Talumepa merupakan kakek buyut dari Christiano Talumepa, SH, M.Si, yang akrab disapa Christal.
Hubungan empat generasi tersebut menjadi menarik karena memperlihatkan perjalanan sebuah keluarga dalam rentang sejarah yang panjang, mulai dari masa kolonial, masa perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan, hingga era pemerintahan Republik Indonesia.
Zacharias Talumepa dan Perjalanan Sejarah Minahasa.
Pada zamannya, Zacharias Talumepa hidup dalam situasi sosial dan politik ketika masyarakat Minahasa mulai mengalami perkembangan kesadaran berorganisasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat dan cita-cita kemerdekaan.
Sejumlah tokoh Minahasa pada masa itu menggunakan berbagai jalur untuk membangun masyarakat, mulai dari pendidikan, organisasi, keagamaan hingga lembaga perwakilan.
Dalam lingkungan perjuangan tersebut, nama Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi menjadi salah satu tokoh penting. Ratulangi dikenal sebagai tokoh nasionalis Minahasa yang kemudian tampil dalam Volksraad dan memperjuangkan kepentingan masyarakat serta gagasan kebangsaan.
Zacharias Talumepa juga tercatat dalam perkembangan organisasi masyarakat dan keagamaan Minahasa.
Dalam proses awal pembentukan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) pada 1933, Talumepa dipercaya menduduki posisi penting dalam kepengurusan. Catatan sejarah menyebutkan Joseph Jacobus sebagai Ketua, Zacharias Talumepa sebagai Wakil Ketua dan B.W. Lapian sebagai Sekretaris.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa Zacharias merupakan bagian dari generasi yang ikut membangun organisasi yang lahir dari kesadaran masyarakat Minahasa untuk memiliki wadah yang mandiri dan berakar pada masyarakat sendiri.
Warisan yang Berlanjut
Perjalanan sejarah kemudian membawa keluarga Talumepa melewati berbagai perubahan zaman.
Dari generasi Zacharias Talumepa, garis keluarga tersebut berlanjut hingga generasi yang kemudian hidup dalam negara Indonesia yang telah merdeka.
Salah satu generasi penerusnya adalah Christiano Talumepa, SH, M.Si.
Christiano yang dikenal dengan sapaan Christal kemudian menempuh karier panjang sebagai birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Berbeda dengan generasi leluhurnya yang hidup dalam sistem pemerintahan kolonial, Christiano mengabdikan diri dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia.
Christiano Talumepa, Birokrat dengan Pengalaman Panjang
Karier Christiano Talumepa di pemerintahan daerah terbilang panjang. Ia pernah dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Dalam perjalanan kariernya, Christiano juga pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan sebagai kepala dinas, kepala badan, serta Asisten Administrasi Umum atau Asisten III dan tercatat sudah 12 kali dilantik dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di pemerintahan Provinsi sulawesi utara
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai birokrat senior di lingkungan pemerintahan daerah.
Christiano kemudian dipercaya mengemban tugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Bolaang Mongondow Timur pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.
Pengalaman pemerintahan tersebut semakin memperluas rekam jejaknya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Di bidang perekonomian, Christiano pernah mendapat kepercayaan memimpin Dinas Koperasi dan UMKM, dengan tanggung jawab mendorong pemberdayaan koperasi, UMKM dan pengembangan kewirausahaan masyarakat.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Staf Ahli Gubernur dalam bidang pemerintahan, hukum dan politik, dan saat ini Jabatan sebagai SAHLI Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
Dalam perkembangan berikutnya, pada era kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Christiano Talumepa menjalankan tugas sebagai Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, yang menangani bidang perekonomian dan pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Empat (4) Generasi dalam Satu Jejak
Kisah keluarga Talumepa tidak sekadar mengenai hubungan darah. Di dalamnya terdapat perjalanan sejarah yang memperlihatkan perubahan bentuk pengabdian dari satu zaman ke zaman lainnya.
Generasi pertama, Zacharias Talumepa, hidup dalam era kolonial dan menjadi bagian dari dinamika perjuangan serta pembangunan organisasi masyarakat Minahasa.
Generasi kedua dan ketiga ada Anna Talumepa Orang tua dari Daniel Maukar Perwira Penerbang pesawat tempur. Yang tercatat pada peristiwa penembakan Istana Negara pada 9 Maret 1960, ketika pilot Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) tersebut memberondong Istana Merdeka menggunakan pesawat tempur jet MiG-17 Fresco. Aksi nekat ini dicatat sejarah sebagai salah satu upaya percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno.
Generasi keempat, Christiano Talumepa, tampil dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia dan menempuh perjalanan panjang sebagai birokrat daerah.
Dengan demikian, terdapat sebuah garis merah yang menarik: dari perjuangan masyarakat pada masa kolonial menuju pengabdian dalam pemerintahan negara yang telah merdeka.
Zacharias berhadapan dengan tantangan zamannya, yakni perjuangan masyarakat dalam merebut kemerdekaan Negara Indonesia. Sementara Christiano menghadapi tantangan pemerintahan modern dengan menjalankan tugas dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia.
Keduanya tentu tidak dapat dibandingkan secara langsung karena hidup dalam situasi sejarah yang berbeda. Namun, perjalanan keduanya menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki bentuk pengabdian masing-masing.
Sejarah Keluarga yang Menjadi Bagian dari Sejarah Daerah
Kisah Zacharias Talumepa dan Christiano Talumepa juga menjadi pengingat bahwa sejarah Sulawesi Utara tidak hanya tersimpan dalam buku-buku sejarah nasional.
Sejarah tersebut juga hidup dalam keluarga-keluarga yang pernah menjadi bagian dari perjalanan perjuangan masyarakat daerah.
Nama Talumepa menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah keluarga melewati perubahan zaman dan tetap hadir dalam kehidupan masyarakat.
Dari masa ketika masyarakat Minahasa memperjuangkan kemerdekaan dan ruang untuk mengatur kehidupan organisasi masyarakat sendiri, hingga masa ketika keturunannya menjalankan tugas dalam pemerintahan Republik Indonesia yang telah merdeka, terdapat rentang waktu panjang yang memperlihatkan perubahan besar dalam kehidupan bangsa.
Bagi keluarga Talumepa, Zacharias bukan hanya nama dari masa lalu. Ia menjadi bagian dari identitas sejarah keluarga yang kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya.
Sementara bagi Sulawesi Utara, kisah tersebut menjadi bagian dari mozaik sejarah daerah yang memperlihatkan bahwa pembangunan masyarakat selalu melibatkan banyak tokoh, banyak keluarga dan banyak generasi.
Zacharias Talumepa mewakili sebuah generasi yang hidup pada masa kebangkitan kesadaran masyarakat Minahasa. Christiano Talumepa mewakili generasi birokrat yang mengabdi dalam pemerintahan Republik Indonesia. Di antara keduanya terbentang empat generasi dan perjalanan sejarah yang panjang.
Pada akhirnya, sejarah bukan hanya tentang siapa yang memegang jabatan, tetapi juga tentang nilai pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
(*)

