BITUNG sulutberita.com
Wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, cepat, dan merata bagi masyarakat Sulawesi Utara, kembali dibuktikan Gubernur Sulaut, Yulius Selvanus. Terkini, oleh Gubernur secara langsung telah meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Tipe C Bitung, Senin 6 Juni 2026.
Dalam prosesi peresmian tersebut, Gubernur Yulius didampingi Ketua TP-PKK Sulut, Anik Yulius Selvanus, yang hal ini menjadi sinyal strategis dalam memperluas akses layanan cuci darah bagi masyarakat Kota Bitung dan daerah sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius menyerahkan empat unit alat hemodialisis baru guna menjawab tingginya kebutuhan layanan terapi pengganti ginjal. Saat ini, sekitar 180 pasien masih masuk daftar antrean untuk mendapatkan layanan hemodialisis di RSMN Bitung.
Penambahan alat tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tunggu pasien sekaligus menekan risiko komplikasi hingga kematian akibat keterlambatan penanganan. Sebelumnya, Pemprov Sulut juga telah memperkuat operasional rumah sakit dengan menyerahkan dua unit ambulans.
Gubernur Yulius menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus berpegang pada tiga prinsip utama, yakni cepat, dekat, dan bermutu.
“Kita ingin pelayanan kesehatan memiliki tiga prinsip utama, yaitu cepat, dekat, dan bermutu. Cepat supaya masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Dekat agar pelayanan mudah dijangkau dan biaya mobilitas warga bisa ditekan. Serta bermutu, sehingga seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali memperoleh standar layanan medis terbaik,” ujarnya.
Tak hanya meresmikan fasilitas baru, Gubernur Yulius juga merespons aspirasi Pemerintah Kota Bitung terkait keterbatasan kapasitas layanan kesehatan. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sulut siap mengawal proses peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI.
Menurutnya, peningkatan status rumah sakit menjadi kebutuhan mendesak mengingat Kota Bitung memiliki jumlah penduduk sekitar 217 ribu jiwa serta berperan sebagai salah satu kota strategis di Sulawesi Utara.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan infrastruktur kesehatan yang juga tengah dilakukan di sejumlah daerah, termasuk pembangunan rumah sakit baru di Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Timur.
Keberhasilan pembangunan sektor kesehatan Sulawesi Utara juga tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 76,32. Sementara Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Sulut menyentuh 74,44 tahun, tertinggi di Pulau Sulawesi.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Pusat memberikan insentif fiskal sebesar Rp3 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sulut.
Gubernur Yulius menambahkan tantangan geografis Sulawesi Utara sebagai provinsi kepulauan dengan 382 pulau tidak boleh menjadi penghalang pelayanan kesehatan.
Karena itu, Pemprov Sulut terus memperkuat program Mobile Health Service atau layanan kesehatan bergerak agar masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses layanan medis yang cepat, berkualitas, dan merata.
“Pelayanan kesehatan adalah hak seluruh masyarakat. Karena itu, pemerintah harus hadir hingga ke wilayah terluar, memastikan setiap warga mendapatkan layanan yang layak tanpa terkecuali,” tegas Gubernur Yulius.
(Is/*)

