Selain Bekerja Dalam Sistem "Satu Komando" Para Kepsek Juga Harus Miliki Mental Petarung


MANADO
sulutberita.com

Wajib bekerja dalam sistem Satu Komando, loyal, patuh, dan tegak lurus pada arah kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).

Demikian penegasan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus kepada para Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Sulut dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Mapalus Kantor Gubernur, pada Senin 20 Juni 2026.

Dikatakan Gubernur Yulius, Kepsek harus memiliki mental petarung yang pantang menyerah menghadapi keterbatasan, kreatif melahirkan inovasi solusi di lapangan, serta tidak mudah mengeluh terhadap kendala operasional.

Seluruh Kepsek diajak untuk bersinergi erat, bekerja keras, tulus, dan berintegritas demi mencetak generasi emas Sulawesi Utara menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius kemudian mengapresiasi atas kelancaran MPLS yang aman, tertib, dan kondusif. “Kita mengapresiasi komitmen guru dalam menghadirkan masa transisi siswa yang humanis, menyenangkan, ramah anak, serta bebas dari kekerasan fisik maupun tekanan psikologis,” ungkap Gubernur Yulius.

Jenderal Bintang Dua ini kemudian menegaskan kembali komitmen Nol Toleransi terhadap perundungan (Zero Bullying). “Ini komitmen mutlak tanpa kompromi mengenai Zero Bullying di seluruh lingkungan satuan pendidikan Sulawesi Utara,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan aktivasi penuh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah. “Dan Kepala Sekolah dilarang keras menutupi kasus kekerasan demi menjaga nama baik sekolah. Masalah harus diselesaikan secara transparan, adil, dan berpihak pada korban,” ujarnya.

Kepala sekolah ditegaskan sebagai motor penggerak utama mutu pendidikan daerah, bukan sekadar petugas administrasi di balik meja.

“Dan kepala sekolah dituntut profesionalitas tinggi dalam tata kelola anggaran sekolah (dana BOS dan BOSDA) agar transparan, akuntabel, dan bebas penyimpangan.  Kepala sekolah wajib peka terhadap lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah demi mencapai target Zero Drop-Out,” tandasnya lagi.

Dan terhadap program Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen penuh mendukung implementasi program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Kepala sekolah diinstruksikan memfasilitasi kelancaran program secara total, aktif berkoordinasi dengan penyedia, serta memastikan distribusi yang tertib dan higienis.  “Manfaatkan program ini untuk membangun karakter positif siswa, seperti kedisiplinan dan pola hidup sehat,” imbuhnya.

Dan di era digital ini, Gubernur mengimbau sekolah untuk wajib hadir sebagai benteng pertahanan karakter siswa dalam menghadapi tantangan arus digitalisasi tanpa filter.  “Lakukan langkah nyata dan preventif untuk membentengi siswa dari bahaya judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, narkoba, hingga dampak negatif gawai,” imbaunya.

Gubernur Yulius mengingatkan Kepsek untuk mengoptimalkan peran Guru BK dan menghidupkan kembali kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan orang lain) dan Torang Samua Basudara.

Terkait revitalisasi SMK dan aksesibilitas SLB, Gubernur Yulius berpesan, Kepsek SMK wajib memperkuat kemitraan strategis (link and match) dengan dunia usaha dan industri, serta mengoptimalkan sertifikasi kompetensi agar lulusan langsung terserap di pasar kerja nasional maupun global.

Dan, kepada Kepala SLB, Gubernur Yulius mewajibkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas ramah disabilitas demi menjamin inklusivitas dan hak pendidikan yang setara.

(*/Is)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.