Warning!, Gubernur Yulius: Tidak Ada Ruang Bagi ASN Lakukan Pelanggaran, Eselon II Tidak WFH


MANADO
sulutbertita.com

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk tidak main-main dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, serta tidak ada ruang bagi yang melakukan pelanggaran, maupun aktivitas yang mencoreng integritas ASN.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin pelaksanaan Apel Perdana Pemprov Sulut pasca libur Idul Fitri dan Nyepi, yang berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Jl. 17 Agustus, Teling-Manado, Senin, 30 Maret 2026.

Adapun Gubernur juga menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas.

"Ingat, kita digaji oleh negara,” tegasnya yang disamping itu, Gubernur Yulius juga menyampaikan ucapan selamat bagi para ASN yang merayakan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Penyampaian penting lainnya juga disampaikan Gubernur tentang dimulainya sistem kerja "Work From Home (WFH) 50 persen" yang secara resmi mulai diterapkan di lingkup Pemprov Sulut mulai pekan ini dengan skema, hari Rabu dan Kamis bekerja dari rumah, dan untuk hari Senin, Selasa, Jumat wajib masuk kantor, serta untuk pejabat Eselon II tidak diberlakukan WFH alias wajib masuk kantor setiap hari.

"Saya ingatkan agar kebijakan ini tidak disalah gunakan. Saya senang kalian tepuk tangan, tapi jangan sampai WFH itu malah dipakai untuk urusan lain,” pesannya.

Tak sampai disitu saja, Gubernur Yulius juga menyinggung soal kebersihan, dengan melaksanakan kerja bakti rutin bagi masing-masing perangkat daerah pada setiap hari Selasa dan Jumat yang wajib melibatkan seluruh ASN secara mandiri, untuk membersihkan kantor masing-masing hingga lingkungan sekitar, dan khusus untuk hari Jumat kegiatan kerja bakti akan berkoordinasi dengan Forkopimda.

Gubernur juga mengingatkan para ASN untuk tidak bersikap masa bodoh dan menunggu perintah baru mengerjakannya, sembari menyoroti persoalan sampah plastik dan puntung rokok yang masih ditemukan di lingkup perkantoran menjadi bukti rendahnya kepedulian.

Di tengah arahannya, Gubernur juga mengungkap kabar gembira untuk sektor pariwisata di Sulawesi Utara yang mengalami lonjakan hingga 56 persen. Sehingga kini secara nasional, pariwisata Sulut berada di posisi kedua dalam kunjungan wisatawan mancanegara.

Atas hal tersebut, Gubernur mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri, dan bukan hanya di pariwisata, namun berkat kerja bersama termasuk dalam hal kebersihan.

"Pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Secara tegas bahwa kebersihan bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari nilai keimanan. Kalau lingkungan bersih pasti sehat. Dan kebersihan itu bagian dari iman, wajah daerah yang bersih, rapi, dan indah menjadi kunci utama menarik wisatawan," pungkasnya.

(IS/***)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.