MANADO sulutberita.com
Kolaborasi Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sulut dalam kegiatan Workshop Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) sekaligus Pelatihan Basic Life Support di Tingkat Provinsi Sulut, yang berlangsung di Luwansa Hotel Manado, pada Jumat 13 Maret 2026, secara resmi dibuka Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus.
Dalam sambutannya menjelaskan bahwa, kegiatan dimaksud guna memperkuat peran keluarga, terutama dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga memberikan pembekalan kepada masyarakat dengan kemampuan dasar tentang pertolongan pertama.
Anik pun dalam kesempatan itu menilai, pentingnya kegiatan dimaksud sehingga patutlah disyukuri bersama dapat berkesempatan mengikuti workshop yang menjadi langkah strategis dalam membangun keluarga, yang tidak hanya dalam persoalan kesehatan, tetapi juga siap dan tangguh menghadapi berbagai risiko termasuk dalam menghadapi bencana.
Tak sampai disitu saja, istri tercinta dari Gubernur Yulius Selvanus itu pun menerangkan bahwa, PKK sebagai organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat desa, dengan terus menggerakkan berbagai program prioritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, yang salah satunya melalui Pokja IV yang menginisiasi Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) dengan tujuan, menciptakan keluarga dan lingkungan yang sehat, melalui penguatan program kesehatan, kelestarian lingkungan, serta perencanaan hidup sehat.
"Program GKSTTB ini menjadi salah satu agenda strategis PKK di periode kedua 2025–2030 nanti. Program ini mencakup sembilan (9) gerakan utama, mulai dari kepedulian terhadap stunting, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), perhatian terhadap kesehatan ayah, ibu dan anak, hingga kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lingkungan dan bencana alam," terang Anik, sembari menambahkan bahwa gerakan tersebut juga menekankan kepedulian terhadap lingkungan, pembentukan keluarga sehat berkualitas, pengelolaan keuangan keluarga yang baik, serta peningkatan kesehatan bagi pasangan usia subur.
Adapun dirinya juga menegaskan tentang implementasi program yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan sumber daya masing-masing daerah.
"Penentuannya desa atau kelurahan, dan sasarannya juga dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat desa. Setiap daerah memiliki potensi dan tantangan berbeda. Karena itu, penentuan lokasi program harus mempertimbangkan kondisi, potensi serta permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat,” jelasnya.
Diakhir sambutannya, Ketua TP PKK Sulut itu pun berharap agar program GKSTTB dapat memberikan dampak nyata bagi keluarga di Sulawesi Utara, juga mendorong seluruh TP PKK kabupaten/kota agar terus mensosialisasikan gerakan ini hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, sehingga program ini tidak hanya berjalan di lokasi awal, tetapi dapat meluas sehingga semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya.
(IS)

