InJourney Airports Bandara Sam Ratulangi Kembali Perkuat TJSL Kesehatan Dan Gizi Masyarakat


MANADO
sulutberita.com

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports melalui Bandara Sam Ratulangi Manado kembali memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program di bidang kesehatan dan pemulihan gizi bagi masyarakat di wilayah sekitar bandara.

Pada tahun ini , InJourney Airports menghadirkan dua program utama, yaitu “InJourney Airports Sehat” dan “InJourney Airports Pangan Berdaya”. Kedua program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta pemenuhan gizi anak-anak di wilayah Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara.

Program InJourney Airports Sehat diwujudkan melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di enam posyandu/desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membantu mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam memperoleh pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, melalui program InJourney Airports Pangan Berdaya, perusahaan memberikan bantuan makanan pemulihan gizi kepada balita yang mengalami masalah gizi, termasuk balita stunting dan balita yang berisiko mengalami stunting. Program pemulihan gizi tersebut dilaksanakan selama 90 hari berturut-turut atau tiga bulan.

Program InJourney Airports Pangan Berdaya menyasar sebanyak 27 anak, yang terdiri dari 15 anak di wilayah Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Singkil, Kota Manado, serta 12 anak di wilayah Kecamatan Wori dan Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.

Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Untuk wilayah Kabupaten Minahasa Utara, data penerima manfaat bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, sedangkan untuk wilayah Kota Manado diperoleh melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Manado.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko (Oki), dalam sambutannya yang diwakili oleh PGS Airport Commercial Division Head, Sigit Setyanggono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program TJSL tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Pemerintah Kota Manado, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, para tenaga kesehatan, kader, Camat, Lurah, Hukum Tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini.”

Menurutnya, bantuan yang disalurkan melalui program TJSL bukan sekadar bentuk penyaluran bantuan perusahaan, tetapi merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab perusahaan untuk dapat terus tumbuh bersama masyarakat.

“Bantuan ini bukan sekadar bentuk penyaluran TJSL, tetapi merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab perusahaan untuk dapat tumbuh dan hadir bersama masyarakat. Kami berharap program yang berlangsung selama 90 hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan pemulihan gizi dan keluarga yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan.”

Ia menambahkan, persoalan kesehatan dan gizi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, keluarga, dunia usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian kecil dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di wilayah sekitar Bandara Sam Ratulangi.”

Oki juga menegaskan bahwa keberadaan Bandara Sam Ratulangi Manado tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang transportasi udara Sulawesi Utara, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan dan perkembangan masyarakat di sekitarnya.

“Bandara tidak hanya dikenal sebagai tempat pesawat datang dan berangkat, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan yang hadir, peduli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.”

Ia berharap bantuan TJSL tahun 2026 dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah sekitar bandara yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh pelayanan kesehatan maupun pemenuhan gizi bagi anak-anak.

“Kami berharap program ini dapat terus terjaga keberlanjutannya melalui kolaborasi yang baik antara InJourney Airports, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.”

Dalam Acara Launching program TJSL tersebut hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Minahasa Utara, yang di wakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr Thresia SH Tiow dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan program InJourney Airports Sehat Tahun 2026.

Menurutnya, kolaborasi antara PT Angkasa Pura Indonesia dan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara merupakan langkah positif dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan masalah gizi pada balita.

“Kami mendukung peningkatan layanan kesehatan terhadap balita yang mengalami masalah gizi. Melalui program ini, PT Angkasa Pura Indonesia meluncurkan program ‘InJourney Airports Sehat’ Tahun 2026 sebagai sebuah inisiatif kolaboratif untuk menciptakan lingkungan masyarakat sekitar bandara yang sehat, kuat, dan sejahtera.”

Ia menjelaskan, Bandara Internasional Sam Ratulangi yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Kecamatan Talawaan, merupakan salah satu titik akses utama wisatawan dan mobilitas masyarakat di Sulawesi Utara. Karena itu, keterlibatan perusahaan dalam mendukung masyarakat di sekitar bandara dinilai memiliki arti penting.

“Dengan adanya program ‘InJourney Airports Sehat’ Tahun 2026, kami berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di Kecamatan Talawaan.”

berharap program TJSL tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

“Biarlah program TJSL ini tetap terus ada dan membantu masyarakat, baik melalui penyerahan bantuan makanan pemulihan gizi kepada balita bermasalah gizi maupun melalui pelayanan kesehatan keliling sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).”

Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, lanjutnya, menyampaikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura Indonesia dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Kami berharap program ini menjadi awal dari penguatan sistem kesehatan di Kabupaten Minahasa Utara. Apa yang sudah dilakukan oleh pihak perusahaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan keliling maupun dukungan pemulihan gizi bagi balita.”

Pelaksanaan program TJSL InJourney Airports di bidang kesehatan dan pemulihan gizi ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir antara lain Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Camat Talawaan, Kepala Puskesmas Talawaan, Kepala Puskesmas Wori, para Hukum Tua di wilayah Kabupaten Minahasa Utara yang menjadi penerima manfaat program, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Manado, Kepala Puskesmas Paniki Bawah, Puskesmas Bengkol, Puskesmas Kombos, Puskesmas Wawonasa, serta para lurah dan pemangku kepentingan lainnya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang tepat sasaran.

Melalui program InJourney Airports Sehat dan InJourney Airports Pangan Berdaya, InJourney Airports berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Bandara Sam Ratulangi Manado.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, memperkuat akses pelayanan kesehatan, mendorong pemulihan gizi, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Bagi InJourney Airports, keberadaan Bandara Sam Ratulangi Manado bukan hanya tentang konektivitas dan mobilitas, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran bandara dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan di sekitarnya.

(*/Drin)


Post View 115

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.