MANADO sulutberita.com
Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2026 yang berlangsung di GKIC Manado, pada Sabtu, 11 April 2026, dihadiri langsung Ketua Umum (Ketum) Bahlil Lahadalia, bersama jajaran DPP serta pengurus DPD Partai Golkar se-Sulut.
Momentum tersebut pun menjadi sebuah penegas akan pentingnya menentukan arah baru dari partai berlambang Pohon Beringin di daerah Nyiur Melambai.
Bahlil dalam kesempatan itu merasa bersyukur atas berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, dengan mengapresiasi seluruh kader dan jajaran pengurus partai Golkar.
"Musda adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat DPD I, serta menjadi forum konsolidasi yang penting. Karena itu saya meminta Musda ini jangan hanya diartikan sebagai forum konsolidasi biasa, atau hanya forum seremoni," ungkapnya.
Lanjut Bahlil, Musda melahirkan tiga (3) keputusan penting dalam semua partai atau semua organisasi, yang pertama adalah mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus yang dahulu. Kedua, menetapkan pokok-pokok pikiran program kerja dan rekomendasi, dan ketiga adalah memilih Ketua DPD 1 masa periode selanjutnya.
"Jadi jangan dianggap bahwa Musda itu cuma memilih ketua. Ketua itu hanya bagian, satu bagian dari proses panjang. Tidak akan bisa kita merumuskan sebuah kerangka kebijakan strategis politik dan program ke depan kalau kita tidak melakukan evaluasi," tegas Bahlil.
"Atas dasar pikiran tersebut, saya mengapresiasi ibu Tety, nama yang sesungguhnya adalah Ibu Christiany Eugenia Paruntu, yang luar biasa tambah muda hari ini. Saya apresiasi ibu Tety ini luar biasa selama memimpin Golkar Sulut ini terbukti bekerja serta loyal dalam partai," ucap Bahlil yang juga kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Sementara itu apresiasi disampaikan Ketua DPD Golkar Sulut, Christian Eugenia Paruntu atau yang akrab di sapa CEP, atas kepemimpinan Bahlil Lahadalia
yang dinilai berhasil membawa Golkar tampil sebagai partai modern dan semakin dekat dengan masyarakat.
“Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk terus bekerja dan berkarya demi kejayaan Partai Golkar,” ujarnya.
Mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode itu juga mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kepercayaan yang masih diberikan kepadanya untuk memimpin DPD Golkar Sulut hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa Musda XI bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari proses demokrasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.
“Ini adalah proses demokrasi. Saya pribadi bangga dan terharu atas amanah yang diberikan oleh Ketua Umum,” katanya sembari menekankan komitmen seluruh kader untuk terus menjaga eksistensi dan kejayaan Golkar, terlebih pada Pemilu 2024 lalu, Golkar berhasil menempati posisi kedua, sebuah capaian yang dinilai menjadi modal penting menghadapi kontestasi ke depan.
Musda XI ini pun dipandang sebagai titik krusial, karena akan melahirkan pemimpin baru DPD Golkar Sulut.
CEP pun mengingatkan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun persatuan tetap menjadi kunci utama.
“Kita berada di rumah kita sendiri. Kita harus bersatu, kita harus solid,” tegasnya.
Adapun Musda Golkar Sulut 2026 ini bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi panggung konsolidasi besar untuk memastikan partai tetap relevan, kuat, dan siap menjawab tantangan politik ke depan.
(Mild)

